cara terbaik budidaya


BAHAN DAN METODE
Dalam penulisan ini menggunakan metode deskriptif, yaitu penulisan yang
memusatkan diri pada pemecahan masalah yang aktual, data yang dikumpulkan,
disusun, dijelaskan dan dianalisis. Pembahasan masalah dengan menggunakan
studi pustaka sebagai sumber informasi (Surachmad dalam Wahyuningsih, 2008).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Teknik Budidaya Puyuh Di Pekarangan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha budidaya puyuh di
pekarangan antara lain adalah mengenai tata laksana perkandangan, tatalaksana
pemberian pakan, tatalaksana pemeliharaan dan analisis usaha. Program
pemeliharaan puyuh merupakan garis besar pelaksanaan yang harus dilaksanakan
secara berurutan dan teratur pada waktu tertentu. Program pemeliharaan puyuh
dibedakan menurut skala usaha yang akan dilaksanakan yaitu skala usaha besar,
menengah dan skala usaha rumah tangga. Pengusaha puyuh dalam skala besar bila
jumlah puyuh yang dipelihara lebih dari 8.000 ekor, maka program pemeliharaan
puyuh pada umumnya meliputi proses penetasan, pemeliharaan puyuh anakan,
pemeliharaan puyuh indukan/pembibit, dan pemeliharaan puyuh petelur atau
pedaging.
Lihat Juga : Budidaya Burung Puyuh
Untuk pemanfaatan pekarangan yang letaknya berdekatan dengan rumah
serta luas lahan yang relatif terbatas, maka jenis budidaya puyuh yang sesuai
adalah jenis pemeliharaan puyuh skala rumah tangga yaitu dengan jumlah puyuh
kurang dari 250 ekor. Budidaya puyuh skala rumah tangga ini cukup sederhana
karena program pemeliharaan puyuh skala rumah tangga ini pada umumnya hanya
meliputi pemeliharan puyuh dari fase grower (umur 3-5 minggu) sampai puyuh
memasuki fase bertelur atau sampai puyuh diafkir. Untuk pemeliharaan puyuh
petelur skala rumah tangga ini kandang yang perlu disiapkan cukup jenis kandang
untuk puyuh petelur saja.
1.Tatalaksana Perkandangan
Sebelum memelihara puyuh terlebih dahulu perlu dipersiapkan kandang
beserta perlengkapannya. Sistem perkandangan untuk budidaya puyuh ada dua
sistem yaitu sistem litter dan sistem sangkar. Untuk pemeliharaan puyuh di
pekarangan yang lahannya terbatas, maka system kandang baterai lebih sesuai
karena kandang dapat dibuat bersusun, sehingga lebih hemat tempat.
Budidaya Puyuh…
Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian 4
Tujuan pembuatan kandang antara lain yaitu agar ternak dapat hidup
nyaman serta memudahkan peternak dalam melaksanakan manajemen
pemeliharaan seperti pembersihan kandang, pemberian pakan dan minum,
pengambilan hasil produksi dan penanganan terhadap ternak. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam pembuatan kandang baterei untuk puyuh petelur antara lain
adalah :
a.Penentuan Lokasi Kandang
Lokasi kandang dapat berada dimana saja, asalkan cocok bagi kehidupan
puyuh. Kandang dapat berupa bangunan tersendiri yang terpisah dari rumah,
misalnya di halaman belakang atau bagian samping. Kandang puyuh diusahakan
cukup mendapat sinar matahari pagi. Ventilasi harus baik agar sirkulasi udara
dalam kandang lancar. Kandang juga harus mampu melindungi puyuh dari
hembusan angin kencang serta terhindar dari percikan hujan.
Bau kotoran puyuh cukup menyengat, untuk mengurangi bau kotoran
puyuh karena letak kandang yang berdekatan dengan rumah, maka bau kotoran
dapat diredam dengan bubuk zeolit, EM4 atau fosfor (Usri,T., 1991)
b. Pembuatan Kandang
Kandang puyuh dapat dibuat dari bahan berupa bambu, kayu, dan kawat
kasa (ram) yang berfungsi sebagai dinding. Atap dapat terbuat dari bahan yang
bersifat meredam panas misalnya genting. Lantai kandang dapat terbuat dari
susunan bata merah atau campuran pasir, semen dan kapur.
Jumlah dan ukuran unit kandang yang dibuat dapat disesuaikan dengan
luas tanah pekarangan yang tersedia. Bila tanah yang tersedia terlalu sempit maka
kandang dapat dibuat bertingkat. Tiga tingkat kandang sudah cukup karena tidak
terlalu tinggi sehingga mempermudah pembersihan, perawatan dan pemanenan
hasil.
Kepadatan kandang harus diperhatikan, tidak boleh terlalu luas atau terlalu
sempit. Sebagai patokan untuk 1 m2
dapat untuk sekitar 40 ekor puyuh petelur
dewasa. Bila kandang terlalu besar maka puyuh akan terlalu aktif berlari-lari.
Cadangan lemak dan protein dalam tubuh puyuh akan lebih banyak dikeluarkan
dalam bentuk energi sehingga produktivitasnya menurun. Bila kandang terlalu
sempit atau kapasitasnya terlalu padat maka dapat menyebabkan puyuh stress,
sehingga produktivitasnya juga menjadi menurun (Muin, A., 1985).
Ukuran kandang perlu diperhatikan, panjang per unit kandang diusahakan
kurang dari 200 cm. Panjang yang berlebihan akan membuat kandang semakin
luas dan puyuh menjadi terlalu aktif. Lebar kandang sebaiknya tidak lebih dari 75
cm atau sejangkauan lengan agar peternak dapat lebih mudah saat membersihkan
kandang, merawat, ataupun menangkap puyuh.
Tinggi kandang diusahakan antara 30-35 cm. Bila ruang kandang terlalu
tinggi puyuh akan terangsang untuk meloncat-loncat, akibatnya kepala puyuh 

Comments

Popular posts from this blog

langkah pertama budidaya

budidaya burung puyuh

guru terbaik