budidaya burung puyuh
Pekarangan adalah lahan yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal,
karena letaknya di sekitar rumah maka pekarangan merupakan lahan yang mudah
diusahakan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu luang
yang tersedia. Pekarangan yang dikelola dengan baik akan mendatangkan banyak
manfaat antara lain memberi pemandangan yang asri, penyerap karbondioksida
dan penghasil oksigen, pengendali iklim sekitar rumah dan tempat untuk
kenyamanan, tempat resapan air hujan dan air limbah keluarga ke dalam tanah, melindungi tanah dari kerusakan erosi, sebagai sumber tambahan income
keluarga, sebagai sarana pendidikan bagi anggota keluarga.
Pemanfaatan pekarangan sebagai sumber gizi dan penambah income
keluarga bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah dengan
menanami pekarangan dengan berbagai macam tanaman, baik tanaman pangan,
tanaman obat maupun tanaman yang bernilai ekonomi tinggi seperti buah, sayuran
dan tanaman hias. Pekarangan juga dapat digunakan untuk memelihara ikan dan
ternak diantaranya adalah puyuh.
Puyuh merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah mengalami
domestikasi. Puyuh terdiri dari beberapa jenis diantaranya adalah puyuh Japonica
(Coturnix coturnic japonica). Jenis puyuh ini yang paling popular diternakkan
oleh masyarakat sebagai penghasil telur dan daging.
Kemampuan tumbuh dan berkembang biak puyuh sangat cepat, dalam
waktu sekitar 42 hari puyuh telah mampu berproduksi dan dalam waktu satu tahun
dapat menghasilkan tiga sampai empat keturunan. Dalam setahun puyuh mampu
menghasilkan 250 – 300 butir telur. Konsumsi pakan puyuh relatif sedikit (sekitar
20 gram per ekor per hari). Hal ini sangat menguntungkan peternak karena dapat
menghemat biaya pakan (Listiyowati, E., dan Kinanti, R., 2009).
Ukuran tubuh puyuh relatif kecil, puyuh betina dewasa mempunyai bobot
sekitar 130 gram. Hal ini juga menguntungkan karena kita dapat memelihara
puyuh dalam jumlah besar di lahan yang tidak terlalu luas termasuk juga dapat
dipelihara di pekarangan. Ukuran telur puyuh yang kecil-kecil yaitu sekitar 10
gram per butir, serta nilai gizinya yang tidak kalah dengan telur unggas yang lain
menjadikan telur puyuh lebih fleksibel untuk diolah menjadi berbagai macam
masakan.
Puyuh yang telah berhenti bertelur atau produksinya rendah dapat dijual
atau dipotong sebagai penghasil daging yang memiliki nilai gizi dan rasa yang
hampir sama dengan jenis unggas yang lain. Baik telur maupun daging puyuh
cukup digemari masyarakat sehingga memudahkan dalam memasarkan produk
dari budidaya puyuh di pekarangan ini.
Kotoran puyuh juga bisa bernilai ekonomi dengan menjadikan kotoran
tersebut menjadi pupuk kandang/pupuk kompos. Cara mengumpulkan kotoran
puyuh juga mudah karena kotoran dapat ditampung dengan menggunakan papan
penampung kotoran yang diletakkan dibawah lantai kandang terutama untuk
kandang sistem sangkar bertingkat.
Teknik budidaya puyuh petelur di pekarangan relatif sederhana dan
mudah sehingga dapat pula dijadikan media untuk melatih kedisiplinan,
kemandirian serta jiwa kewirausahaan anak remaja dengan memberikan tanggung
jawab pemeliharaan puyuh tersebut kepada mereka. Berdasarkan keunggulan keunggulan yang dimiliki puyuh tersebut, maka budidaya puyuh di pekarangan dapat dijadikan salah satu alternatif untuk pemanfaatan pekarangan sebagai sumber gizi dan penambah income keluarg selamat mencoba dan semoga sukses ,,
karena letaknya di sekitar rumah maka pekarangan merupakan lahan yang mudah
diusahakan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu luang
yang tersedia. Pekarangan yang dikelola dengan baik akan mendatangkan banyak
manfaat antara lain memberi pemandangan yang asri, penyerap karbondioksida
dan penghasil oksigen, pengendali iklim sekitar rumah dan tempat untuk
kenyamanan, tempat resapan air hujan dan air limbah keluarga ke dalam tanah, melindungi tanah dari kerusakan erosi, sebagai sumber tambahan income
keluarga, sebagai sarana pendidikan bagi anggota keluarga.
Pemanfaatan pekarangan sebagai sumber gizi dan penambah income
keluarga bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah dengan
menanami pekarangan dengan berbagai macam tanaman, baik tanaman pangan,
tanaman obat maupun tanaman yang bernilai ekonomi tinggi seperti buah, sayuran
dan tanaman hias. Pekarangan juga dapat digunakan untuk memelihara ikan dan
ternak diantaranya adalah puyuh.
Puyuh merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah mengalami
domestikasi. Puyuh terdiri dari beberapa jenis diantaranya adalah puyuh Japonica
(Coturnix coturnic japonica). Jenis puyuh ini yang paling popular diternakkan
oleh masyarakat sebagai penghasil telur dan daging.
Kemampuan tumbuh dan berkembang biak puyuh sangat cepat, dalam
waktu sekitar 42 hari puyuh telah mampu berproduksi dan dalam waktu satu tahun
dapat menghasilkan tiga sampai empat keturunan. Dalam setahun puyuh mampu
menghasilkan 250 – 300 butir telur. Konsumsi pakan puyuh relatif sedikit (sekitar
20 gram per ekor per hari). Hal ini sangat menguntungkan peternak karena dapat
menghemat biaya pakan (Listiyowati, E., dan Kinanti, R., 2009).
Ukuran tubuh puyuh relatif kecil, puyuh betina dewasa mempunyai bobot
sekitar 130 gram. Hal ini juga menguntungkan karena kita dapat memelihara
puyuh dalam jumlah besar di lahan yang tidak terlalu luas termasuk juga dapat
dipelihara di pekarangan. Ukuran telur puyuh yang kecil-kecil yaitu sekitar 10
gram per butir, serta nilai gizinya yang tidak kalah dengan telur unggas yang lain
menjadikan telur puyuh lebih fleksibel untuk diolah menjadi berbagai macam
masakan.
Puyuh yang telah berhenti bertelur atau produksinya rendah dapat dijual
atau dipotong sebagai penghasil daging yang memiliki nilai gizi dan rasa yang
hampir sama dengan jenis unggas yang lain. Baik telur maupun daging puyuh
cukup digemari masyarakat sehingga memudahkan dalam memasarkan produk
dari budidaya puyuh di pekarangan ini.
Kotoran puyuh juga bisa bernilai ekonomi dengan menjadikan kotoran
tersebut menjadi pupuk kandang/pupuk kompos. Cara mengumpulkan kotoran
puyuh juga mudah karena kotoran dapat ditampung dengan menggunakan papan
penampung kotoran yang diletakkan dibawah lantai kandang terutama untuk
kandang sistem sangkar bertingkat.
Teknik budidaya puyuh petelur di pekarangan relatif sederhana dan
mudah sehingga dapat pula dijadikan media untuk melatih kedisiplinan,
kemandirian serta jiwa kewirausahaan anak remaja dengan memberikan tanggung
jawab pemeliharaan puyuh tersebut kepada mereka. Berdasarkan keunggulan keunggulan yang dimiliki puyuh tersebut, maka budidaya puyuh di pekarangan dapat dijadikan salah satu alternatif untuk pemanfaatan pekarangan sebagai sumber gizi dan penambah income keluarg selamat mencoba dan semoga sukses ,,
Comments
Post a Comment