cara menganalisa berhasilnya budidaya

Analisa Usaha Pemeliharaan Puyuh Petelur Skala Rumah Tangga
Model usaha ternak puyuh petelur untuk skala rumah tangga merupakan
model mandiri, artinya peternak yang menyediakan sendiri seluruh modalnya.
Karenanya model ini cocok untuk rumah tangga yang menginginkan tambahan
pendapatan. Dengan memanfaatkan pekarangan baik di samping atu di belakang
rumah. Peternak skala kecil atau sampingan biasanya hanya memelihara puyuh
dari starter atau grower sampai afkir, dari puyuh petelur menjadi puyuh
pedaging, kandang yang diperlukan hanya kandang untuk puyuh petelur.
Tabel 1. Analisa Usaha Pemeliharaan Puyuh Petelur
Uraian Jumlah
A. Investasi Awal
1. Pengadaan Puyuh
Puyuh betina siap bertelur 250 ekor @ Rp. 7.500 Rp. 1.875.000
2. Pengadaan Sangkar (tahan 6 Tahun)
Dua sangkar tiga tingkat x Rp. 500.000 Rp. 1.000.000
3. Ember Plastik (tahan 2 tahun)
3 buah x @ Rp. 20.000 Rp. 60.000
4. Sprayer
2 buah x @ Rp. 7.500 Rp. 15.000
5. Lampu TL
2 buah x @ Rp. 35.000 Rp. 70.000
6. Tempat minum plastik 6 buah (tahan hingga 3
tahun), 6 x Rp. 2.000 Rp. 12.000
7. Sapu Lidi 1 buah Rp. 10.000 Rp. 10.000
8. Cetok 2 Buah x Rp. 10.000 Rp. 20.000
9. Pembuatan Pagar 3 meter x 2 meter x Rp. 75.000 Rp. 450.000
10. Pakan untuk 1 bulan pertama
20 gr/ekor x 30 hari x 250 ekor x Rp. 2.500/kg Rp. 375.000
Sub Total

Rp. 3.887.000
B. Biaya Tetap
1. Sangkar Rp. 1.000.000 /6 tahun Rp. 167.000
2. Ember Plastik (tahan 2 tahun)
3 buah x @ Rp. 20.000 x 1/2 Rp. 30.000
3. Sprayer
2 buah x @ Rp. 7.500 Rp. 15.000
4. Lampu TL
2 buah x @ Rp. 35.000 Rp. 70.000
5. Tempat minum plastik 6 buah (tahan hingga 3
tahun), 6 x Rp. 2.000 x 1/3 Rp. 4.000
6. Sapu Lidi 1 buah Rp. 10.000 Rp. 10.000
7. Cetok 2 Buah x Rp. 10.000 Rp. 20.000
8. Pembuatan Pagar (tahan hingga 5 tahun) 3 meter x 2
meter x Rp. 75.000 x 1/5 Rp. 90.000
Sub Total Rp. 406.000
C. Biaya Variabel
Pakan puyuh sampai 1 tahun
20 gr/ekor x 365 hari x 225 ekor x Rp. 2.500/kg Rp. 4.106.250
1. Vitamin dan vaksinasi Rp. 50.000
2. Penerangan listrik 2 lampu TL 40 watt
Rp. 20.000 x 12 bulan
Rp. 240.000
3. Desinfektan @ 50 ml, 12 bulan x Rp. 5.000 Rp. 60.000

Untuk memulai usaha paling tidak menyediakan modal awal sebesar Rp.
3.887.000 dengan perincian seperti dalam tabel 1. Analisis pemeliharaan puyuh
petelur dilakukan dalam satu siklus atau setahun. Diasumsikan pengadaan puyuh
dilakukan dengan memasukkan puyuh yang telah mulai siap bertelur ( sekitar
umur 5 minggu), lahan milik sendiri, pakan tersedia untuk 1 bulan dan hasil telur
dijual semua, tingkat kematian 10% sampai afkir. Dengan harapan pada bulan
berikutnya sudah ada dana dari penjualan hasil telur bulan pertama.
Penerimaan bulan I
Tingkat produksi puyuh adalah sekitar 80% maka didapatkan telur
sebanyak 80% x 250 ekor x 30 hari = 6000 butir. Hasil penjualan telur = 6000 x
@ Rp. 120 = Rp. 720.000. Diasumsikan bahwa harga per butir adalah Rp. 120.
Harga di pasaran telur puyuh per kg = Rp. 15.000 – 15.500. 1 kg kurang lebih
berisi 90 – 100 butir telur. Setelah dikurangi untuk pembelian pakan selama satu
bulan ke depan, masih ada keuntungan sebesar : Rp. 720.000 – Rp. 375.000 =
Rp. 345.000/bulan. Jadi rata rata per hari mendapatkan keuntungan bersih sebesar
Rp. 345.000 dibagi 30 hari = Rp. 11.500/hari
Dengan adanya penerimaan tiap bulan, sangat mengurangi beban
keuangan untuk bulan bulan berikutnya, terutama kebutuhan pakan. Sehingga
usaha ini sangat cocok untuk rumah tangga yang memiliki modal terbatas. Cukup
menyediakan modal awal sebesar antara 4,5 juta sampai dengan 5 juta untuk skala
usaha 250 ekor.
Untuk mengetahui tingkat perolehan selama satu siklus produksi dengan
menghitung hasil rata- rata per periode yaitu : 80% tingkat produksi x 225 ekor x
365 hari = 73.000 butir, dan hasil penjualan telurnya = 73.000 butir x Rp. 120 =
Rp. 8.760.000. Selama satu periode pemeliharaan hasil bersih dari telur puyuh
yaitu jumlah total penerimaan dikurangi biaya tetap dan biaya variabel diperoleh
Rp. 2.022.750. Pendapatan yang lain selain dari telur selama satu periode adalah
dari penjualan puyuh afkir. Dengan asumsi bahwa puyuh afkir 225 ekor setelah
dikurangi tingkat mortalitas (kematian). Jadi pendapatan penjualan puyuh afkir
adalah 225 ekor x Rp. 3500/ekor = Rp. 787.500. Total pendapatan bersih selama
satu periode pemeliharaan puyuh petelur adalah pendapatan dari telur ditambah
penjualan puyuh afkir diperoleh Rp. 2.810.250.

Comments

Popular posts from this blog

langkah pertama budidaya

budidaya burung puyuh

guru terbaik